Sementara itu, Sabuk Orinoco membentang sekitar 55 ribu kilometer persegi di sepanjang tepi selatan Sungai Orinoco.
Kawasan ini menyimpan akumulasi minyak ekstra berat dengan estimasi minyak di tempat (oil in place) melebihi 1 triliun barel.
Minyak Ekstra Berat dan Tantangan Teknologi
Minyak di Sabuk Orinoco didominasi jenis minyak ekstra berat, hasil proses biodegradasi alami selama jutaan tahun.
Akibatnya, minyak ini memiliki API gravity sangat rendah, umumnya hanya 8–10 derajat, menyerupai bitumen.
Kandungan sulfur yang tinggi, berkisar 2–4 persen, serta logam berat seperti vanadium dan nikel, membuat proses pengolahan menjadi jauh lebih rumit dan mahal.
Viskositasnya yang sangat tinggi memerlukan bahan pengencer atau teknologi pemanasan agar bisa dialirkan melalui pipa.
Untuk bisa dipasarkan, minyak Orinoco harus melalui fasilitas upgrading, seperti coking atau hydrocracking, agar berubah menjadi minyak sintetis yang lebih ringan.
Tanpa investasi besar dan teknologi mutakhir, cadangan raksasa ini sulit dimanfaatkan secara optimal.
Kekayaan yang Menjadi Sumber Konflik
Kisah cadangan minyak Venezuela memperlihatkan ironi besar dalam politik global: kekayaan energi justru menjadi sumber tekanan dan konflik.
Wanti-wanti Hugo Chávez tentang kepentingan asing atas minyak Venezuela kini terasa semakin relevan, seiring meningkatnya rivalitas geopolitik dan kebutuhan energi dunia.
Bagian pertama ini baru membahas fondasi geologi dan politik cadangan minyak Venezuela. Pada Part 2, Megapolitik akan mengulas lebih jauh soal konflik minyak Amerika Serikat dan Venezeua ini. (tam)





