MEGAPOLITIK.COM - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengirimkan surat terbuka kepada rakyat Amerika Serikat pada (1/4/2026) yang dipublikasikan melalui media sosial dan media pemerintah Iran sebelum pidato Presiden Amerika Serikat dijadwalkan.
Dalam surat itu, Pezeshkian secara langsung menantang narasi perang yang berkembang di Amerika Serikat dan mempertanyakan kebijakan luar negeri Washington.
Ia juga mengajak masyarakat Amerika Serikat untuk menilai kembali fakta sejarah serta motif konflik yang sedang berlangsung.
Pernyataan ini muncul di tengah eskalasi militer yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran serta ketegangan geopolitik yang semakin tajam.
Iran Tegaskan Tidak Bermusuhan dengan Rakyat Amerika
Dalam suratnya, Pezeshkian memulai dengan menegaskan bahwa Iran tidak pernah memilih jalur agresi dalam sejarah modernnya, serta bahwa bangsa Iran tidak menaruh permusuhan terhadap warga Amerika Serikat biasa atau negara lain.
Ia menekankan bahwa meskipun Iran pernah menghadapi intervensi asing, invasi, dan tekanan global, negara tersebut tidak pernah memulai perang, melainkan hanya membela diri ketika diserang.
Pezeshkian menjelaskan bahwa rakyat Iran secara budaya dan historis selalu membedakan antara pemerintah suatu negara dan warganya sendiri.





