Presiden Iran kemudian menentang persepsi yang selama ini berkembang bahwa Iran merupakan ancaman global.
Ia menyebut bahwa pandangan tersebut adalah produk dari “banjir distorsi dan narasi yang dibuat-buat” yang dimanfaatkan untuk membenarkan dominasi militer, tekanan ekonomi, serta keberlanjutan industri pertahanan.
Pezeshkian menyatakan bahwa jika sebuah ancaman tidak ada, maka ancaman itu akan “diciptakan” untuk kepentingan politik dan ekonomi tertentu, termasuk untuk mempertahankan kehadiran militer besar di sekitar Iran.
Kritik Kebijakan AS dan Pertanyaan tentang “America First”
Surat itu juga berisi kritik tajam terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
Pezeshkian mempertanyakan apakah kebijakan “America First” benar-benar mencerminkan prioritas pemerintahan Amerika Serikat atau justru berfungsi sebagai alat bagi kepentingan lain, terutama dalam konteks konflik dengan Iran.
Ia menggarisbawahi bahwa perang ini membawa dampak besar terhadap kehidupan orang biasa, termasuk korban sipil dan penghancuran infrastruktur.
Pemimpin Iran juga menuduh bahwa beberapa tindakan militer Amerika Serikat dalam konflik ini menunjukkan Amerika bertindak sebagai “proxy bagi Israel” dan bukan semata-mata untuk melindungi rakyatnya sendiri.





