Kedatangan Hermanus bersama pasukan adat Dayak juga menjadi sorotan publik.
Banyak yang mengira aksi tersebut merupakan bentuk tekanan politik atau protes terhadap kebijakan tertentu.
Namun pihak Tariu Borneo Bangkule Rajak (TBBR) Kalimantan Utara memberikan penjelasan berbeda.
Mereka menyebut kehadiran pasukan adat tersebut bukan untuk melakukan intimidasi ataupun aksi politik di kantor Bupati Nunukan.
Menurut pernyataan pimpinan TBBR, kedatangan mereka justru berkaitan dengan ritual doa adat.
Mereka menyampaikan doa keselamatan agar pemerintahan daerah dapat berjalan dengan baik dan dijauhkan dari berbagai gangguan.
Dalam video yang beredar, Hermanus juga sempat menyampaikan doa dan menyebut bahwa Tuhan adalah penguasa alam semesta.
Ia berharap pemerintahan di Nunukan dapat berjalan lancar tanpa hambatan. (naa)





