Karena itu, ruang-ruang kebersamaan yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat perlu terus diperkuat agar nilai persatuan tetap menjadi pegangan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Melalui doa kebangsaan lintas agama ini, kita ingin mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan, toleransi, dan semangat gotong royong sebagaimana yang selalu diajarkan Bung Karno,” katanya.
Bulan Bung Karno Jadi Momentum Refleksi Kebangsaan
Peringatan Bulan Bung Karno setiap Juni menjadi agenda penting bagi kader dan simpatisan PDI Perjuangan untuk mengenang perjalanan hidup, pemikiran, serta perjuangan Bung Karno dalam membangun Indonesia.
Selain sebagai penghormatan kepada sang Proklamator, kegiatan tersebut juga menjadi ruang refleksi bagi masyarakat untuk kembali menguatkan komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila, kebhinekaan, dan persatuan nasional.
Didik berharap semangat yang diwariskan Bung Karno dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam menjaga Indonesia yang damai, kuat, dan berdaulat.
“Keutuhan bangsa adalah warisan yang harus terus kita jaga bersama. Semangat Bung Karno harus tetap hidup dalam tindakan nyata yang memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” pungkasnya. (red)





