7. Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara (Menteri Transmigrasi dan percepatan Kawasan Timur Indonesia)
Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara menempuh pendidikan luar negeri, termasuk Sekolah Lanjutan Perwira di India dan US Army Command and General Staff College di Fort Leavenworth, Kansas, Amerika Serikat.
Ia juga meraih gelar Master of Arts in Leadership and Management dari Webster University pada 2016.
8. Rosan Perkasa Roeslani (Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal)
Rosan Perkasa Roeslani meraih gelar Bachelor of Arts di bidang Administrasi Bisnis dari Oklahoma State University, Amerika Serikat, pada tahun 1992.
Kemudian, ia melanjutkan studi dan memperoleh gelar Master of Business Administration dari European University, Antwerpen, Belgia, pada tahun 1995.
9. Widiyanti Putri Wardhana (Menteri Pariwisata)
Widiyanti Putri Wardhana menempuh pendidikan tinggi di luar negeri, meraih gelar Bachelor of Science di bidang Administrasi Bisnis dari Pepperdine University, California, Amerika Serikat, pada tahun 1993.
10. Teuku Riefky Harsya (Menteri Ekonomi Kreatif)
Teuku Riefky Harsya menempuh pendidikan luar negeri di Norwich University, Amerika Serikat, pada tahun 1990–1994, meraih gelar Sarjana Komunikasi Massa.
Kemudian, ia melanjutkan studi di Universitas Indonesia, memperoleh gelar Magister Teknik Kimia pada tahun 2013.
11. Airlangga Hartarto (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian)
Airlangga Hartarto pernah menempuh pendidikan di luar negeri dengan meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari Monash University, Australia, pada tahun 1996, dan Master of Management Technology dari University of Melbourne, Australia, pada tahun 1997.
Selain itu, ia juga mengikuti program Advanced Management Program (AMP) di Wharton School, University of Pennsylvania, Amerika Serikat, pada tahun 1993.
12. Raja Juli Antoni (Menteri Kehutanan)
Pada tahun 2004, Raja Juli Antoni melanjutkan studi magister di University of Bradford, Inggris.
Kemudian, pada tahun 2010, ia melanjutkan studi doktoral di University of Queensland, Australia, melalui program Australian Development Scholarship (ADS), dan meraih gelar PhD.
13. Meutya Viada Hafid (Menteri Komunikasi dan Digital)
Meutya Viada Hafid menempuh pendidikan luar negeri di University of New South Wales (UNSW), Sydney, Australia, meraih gelar Sarjana Teknik Manufaktur pada tahun 2000.





