Ia memperoleh gelar Bachelor of Arts dari Glendale Community College, California, pada tahun 1991.
Kemudian melanjutkan studi di National University, California, meraih gelar Master of Business Administration (MBA) pada tahun 1993.
15. Muhammad Tito Karnavian (Menteri Dalam Negeri)
Pada tahun 1993, ia memperoleh gelar Master of Arts (MA) dalam bidang Police Studies dari University of Exeter, Inggris.
Selanjutnya, pada tahun 1998, ia menyelesaikan studi di Massey University, Selandia Baru, meraih gelar Bachelor of Arts (BA), lalu pada 2013 Tito meraih gelar PhD dalam bidang Strategic Studies dengan fokus pada terorisme dan radikalisasi Islam dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura.
16. Brian Yuliarto (Menteri Pendidikan Tinggi, Sains & Teknologi)
Pada tahun 1999, Brian Yuliarto studi ke Jepang.
Di University of Tokyo, ia meraih gelar Magister Teknik (M.Eng.) pada tahun 2002 dan Doktor (Ph.D.) pada tahun 2005 di bidang Quantum Engineering and Systems Science.
17. Abdul Mu’ti (Menteri Pendidikan Dasar & Menengah)
Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia, menempuh pendidikan tinggi di luar negeri di Flinders University of South Australia, meraih gelar Magister Pendidikan (M.Ed.).
18. Pratikno (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan)
Pratikno menempuh studi di University of Birmingham, Inggris, meraih gelar Master of Social Science (M.Soc.Sc.) pada tahun 1991.
Kemudian, ia memperoleh gelar Ph.D. dalam Ilmu Politik dari Flinders University of South Australia pada tahun 1996.
19. Rini Widyantini (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi)
Rini Widyantini menempuh pendidikan tinggi di luar negeri di Flinders University of South Australia, meraih gelar Master of Public Management (MPM) pada tahun 1999.
Kesimpulan
Dari 19 menteri Kabinet Merah Putih yang disebutkan, semuanya memiliki pengalaman pendidikan di luar negeri, mulai dari jenjang magister hingga doktoral, bahkan ada yang menempuh pendidikan menengah dan sarjana di luar negeri.
Latar pendidikan internasional ini mencerminkan pengalaman global para menteri, yang diyakini memperkuat perspektif kebijakan, diplomasi, dan daya saing Indonesia di kancah internasional. (daf)





