“Nih, saya kasih tahu ya, untuk Abu Janda, ini Banten, ente jangan asal dateng ke Banten seradak-seruduk kayak maling, bikin konten kayak begitu. Kalau enggak suka, ketemu sama saya di Mauk!” tandasnya.
Selain Permadi Arya, sosok Shandy Martha Praja, Koordinator Jaringan Rakyat Pantura (JRP), juga belakangan menjadi sorotan publik terkait pernyataannya mengenai pembangunan pagar laut di pesisir Kabupaten Tangerang, Banten.
Menurut beberapa orang, pernyataan Shandy Martha Praja itu tidak melindungi hak nelayan yang secara tegas menentang adanya pagar laut.
Dalam kehadirannya di TV One, Shandy Martha Praja mengaku berstatus mahasiswa.
Shandy Martha Praja mengenalkan dirinya sebagai mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT).
Namun, siapa sangka, ternyata dirinya telah di-drop out (DO) dari kampusnya.
Diketahui dari laman resmi PDDIKTI, nama Shandy Martha Praja merupakan mahasiswa dengan tahun masuk 2016 dan telah dikeluarkan sejak tahun akademik 2021/2022. (tam)





