Nama Letto melejit sejak awal 2000-an dengan lagu-lagu, seperti Sandaran Hati dan Ruang Rindu, yang menjadi hits di Tanah Air.
Cak Nun, atau Emha Ainun Nadjib, adalah seorang intelektual muslim, penyair, esais, kyai, ulama, dan budayawan Indonesia yang sangat dihormati, dikenal karena karya sastra bernuansa Islami dan kritik sosialnya yang tajam, serta memimpin kelompok < Maiyah dan Gamelan Kiai Kanjeng, menginisiasi diskusi lintas disiplin ilmu dengan tema kebangsaan dan spiritualitas.
Noe resmi mempersunting Fauzia Fajar Putri pada Februari 2010, yang dikaruniai dua orang anak bernama Rih Anawai Lu’lu Bodronoyo dan Miyah Azali Mudraia Ismoyo.
Noe mengawali perjalanan pendidikannya di SD 1 Yosomulyo, lalu melanjutkan ke SMP Xaverius di Lampung, kemudian bersekolah di SMAN 7 Jogja, selanjutnya menempuh studi di University of Alberta, Kanada, dengan mengambil bidang Matematika dan Fisika.
Perjalanan karier Noe bermula dari dunia musik lewat band Letto yang ia bentuk pada 2004 bersama sejumlah sahabatnya.
Band pop Letto ini resmi menandai debutnya di industri musik Tanah Air pada 2005 melalui album perdana bertajuk Truth, Cry, and Lie.
Tak hanya berkutat di dunia tarik suara, pria kelahiran 10 Juni 1979 ini juga melebarkan sayap ke industri perfilman.
Pada 2008, Noe mendirikan rumah produksi Pic[k]Lock Films bersama Demi Umaya Rachman.
Melalui label tersebut, sejumlah film telah diproduksi, antara lain Minggu Pagi di Victoria Park, Guru Bangsa Tjokroaminoto, Rayya, Cahaya di Atas Cahaya, serta Sampai Nanti, Hanna!. Dalam berbagai catatan perfilman, Noe tercantum sebagai produser untuk film-film tersebut.
(pra)





