MEGAPOLITIK.COM - Pada Kamis (7/5/2026) harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat naik sekitar $1 pada pasar perdagangan, hal ini disebabkan karena pertimbangan investor mengenai prospek kesepakatan damai potensial dalam perang AS-Israel melawan Iran.
Situasi Konflik yang Mempengaruhi Krisis Energi
Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 80 sen menjadi $95,88 per barel pada pukul 22:23 GMT, setelah mencapai level tertinggi sesi di $96,33 pada hari Rabu(6/5/2026) sebelumnya waktu setempat.
Pergerakan pasar ini terjadi setelah adanya laporan yang mengindikasikan bahwa Amerika Serikat dan Iran hampir mencapai kesepakatan perdamaian awal.
Dilansir dari Reuters, meskipun upaya diplomatik terus berlanjut, pasar energi kemungkinan besar tidak akan segera kembali ke kondisi sebelum krisis.
Salah satu upaya diplomatik antara Iran dan China berfokus pada de-eskalasi, pembukaan Selat Hormuz ini akan tetap menjadi tolok ukur sebenarnya yang akan terus dipantau oleh internasional.
Upaya diplomatik ini juga akan dipantau hasilnya apakah Beijing dapat menerjemahkan pengaruhnya terhadap Teheran menjadi stabilitas yang langgeng di kawasan tersebut dan sekitarnya.
Isu Krisis Energi Menjadi Dominan Isu di KTT ASEAN 48 Cebu Filipina
Konflik Timur Tengah yang menjadi isu hangat belakangan ini memberi dampak efek domino terhadap semua negara.
Perang dingin yang dilakukan oleh Iran dan sekutu Amerika Serikat ini mengakibatkan kelangkaan bahan bakar secara global, tidak terkecuali untuk wilayah Asia Tenggara.
Isu tentang krisis bahan bakar ini menjadi topik dominan dalam pembahasan yang akan digelar pada KTT ASEAN ke 48.
Forum ini akan dilaksanakan selama 3 hari yaitu tanggal 7-8 Mei 2026 di Cebu, Filipina.
Dalam kesempatan ini para pemimpin dan menteri perekonomian yang mewakili tiap negara untuk hadir dalam diskusi tersebut yang tema "Navigating Our Future Together," pertemuan ini menyoroti negosiasi ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) dan stabilitas kawasan.
Pembekuan Project Freedom dan Dampaknya terhadap ASEAN
Forum KTT ini dilaksanakan untuk menegaskan keamanan, stabilitas kawasan, dan memastikan rantai pasok energi tidak terganggu, di mana isu ini menjadi semakin mendesak akibat dinamika di Timur Tengah.
Dengan adanya pembekuan Project Freedom akan membuat ketidakpastian jalur perdagangan energi dan meningkatkan volatilitas harga minyak dunia. (jay)
- Sorotan Asing ke Usulan Purbaya soal Pajak Kapal, Sepenting Apa Selat Malaka bagi Perdagangan Dunia?
- Donald Trump Ambil Langkah Tegas di Selat Hormuz, Kapal Iran Penebar Ranjau Jadi Sasaran, Situasi kian Tegang
- Iran Sita Dua Kapal di Selat Hormuz, Ketegangan Memuncak Saat AS Lakukan Aksi Militer di Laut





