Kamis, 2 April 2026

Cara China Atur Influencer untuk Periklanan! Harus Punya Lisensi dan Diatur Lewat UU

Ada pula sanksi denda US$15.000 atau sekitar Rp234 juta

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 10:30

ILUSTRASI - Ilustrasi influencer. Cina menerapkan aturan untuk tiap pribadi yang ingin menjadi influencer. Termasuk di antaranya, harus memiliki lisensi terkait bidangnya/ Pexels

Endorsement Influencer di Bawah UU Periklanan China

Endorsement influencer diatur melalui Chinese Advertising Law (CAL), yang menjadi dasar hukum periklanan komersial di China.

CAL berlaku untuk semua kegiatan periklanan di mana penjual atau penyedia jasa memasarkan produk secara langsung atau tidak langsung.

Sampai 2015, CAL tidak memuat ketentuan terkait endorsement. Namun, versi baru CAL 2015 menetapkan definisi ‘endorser’:

“Orang alami, badan hukum, atau organisasi lain selain pengiklan yang merekomendasikan atau mendemonstrasikan produk atau layanan atas nama atau citra mereka dalam iklan.”

Definisi ini mencakup Key Opinion Leader (KOL).

 

Sanksi Endorsement Influencer di China: Ancaman Denda dan Larangan Aktivitas

Melansir Fortune, pemerintah China juga memperjelas sanksi bagi influencer yang melanggar aturan.

Hal ini termasuk pengungkapan iklan yang tidak tepat, iklan palsu, dan endorsement terlarang.

Pengungkapan Iklan yang Tidak Tepat

Menurut Pasal 59 CAL, jika influencer tidak menandai endorsement sebagai iklan atau iklan online tidak jelas bagi konsumen (misalnya tidak diberi label ‘iklan’), maka dapat dikenai sanksi:

  • Koreksi pelanggaran, seperti penghapusan posting atau penambahan klarifikasi bahwa konten adalah iklan.
  • Denda hingga RMB100.000 (sekitar US$15.000 atau sekitar Rp234 juta) kepada penerbit iklan, yang seringkali adalah influencer itu sendiri.

Ini menekankan pentingnya transparansi dalam endorsement, agar konsumen dapat membedakan opini pribadi dengan iklan berbayar.

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink