Kunjungan Perdana Menteri Inggris ke China berlangsung di tengah tantangan geopolitik global, tetapi kedua pemimpin menekankan pentingnya memperkuat hubungan bilateral di berbagai bidang.
China dan Inggris sepakat untuk meningkatkan kerja sama ekonomi, terutama dalam perdagangan jasa, pendidikan, dan teknologi.
Rencana ini mencakup studi kelayakan Perjanjian Layanan Bilateral (bilateral services agreement) yang diharapkan akan membuka akses pasar lebih besar bagi perusahaan Inggris di China dan sebaliknya.
Xi Jinping menekankan bahwa kedua negara sebagai pendukung multilateralisme dan perdagangan bebas harus memperkuat kerja sama untuk memajukan hukum internasional dan stabilitas global.
Ia mengatakan bahwa negara-negara besar harus memimpin dalam kerjasama ini agar dunia tidak kembali pada “hukum rimba.”





