China sendiri tetap menjadi mitra dagang terbesar Indonesia, terutama dalam komoditas seperti nikel, batu bara, serta produk manufaktur dan teknologi.
Keberadaan klausul yang berpotensi membuat Indonesia mengikuti kebijakan impor Amerika Serikat terhadap negara ketiga dipandang Beijing sebagai tantangan terhadap prinsip hubungan dagang bilateral yang saling menguntungkan antara Indonesia dan China.
Upaya Indonesia Menjaga Keseimbangan Hubungan Internasional
Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa kerja sama dengan Amerika Serikat dimaksudkan untuk memperluas akses pasar dan memperkuat daya saing ekonomi nasional, bukan untuk mengecilkan peran China atau mitra dagang lainnya.
Dalam konteks ketegangan dagang global antara Amerika Serikat dan China, Indonesia tetap berusaha menjaga posisi netral, sambil memperkuat hubungan strategis dengan kedua kekuatan ekonomi dunia melalui dialog dan perundingan yang berkelanjutan atas kesepakatan kerja sama. (daf)





