Kamis, 2 April 2026
Opini

Dosen Swasta Masih Jadi Kelas Dua dalam Pendidikan Tinggi Indonesia?

Mengerucut pada teori asymmetric accountability

Senin, 10 November 2025 - 21:42

ILUSTRASI - Ilustrasi perkuliahan/ Pexels

Sebaliknya, dosen swasta hanya mengandalkan bantuan terbatas dari yayasan, tanpa jaminan keberlanjutan karier.

“Kondisi ini menciptakan segregasi intelektual, bahwa ASN menjadi ‘kelas birokrat akademik’, sementara dosen swasta menjadi ‘kelas pekerja akademik’,” ujar Ruben.

"Padahal keduanya sama-sama membangun masa depan ilmu pengetahuan Indonesia.”

Menuju Sistem yang Adil dan Inklusif

Menurut Kevin, solusi jangka panjang tidak hanya sebatas perluasan tunjangan kinerja, tetapi restrukturisasi total sistem pendanaan pendidikan tinggi.

“Kita memerlukan National Academic Equality Fund, yaitu semacam dana afirmasi nasional bagi dosen swasta yang berprestasi, berbasis kinerja tridarma, bukan status ASN,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah perlu meninjau ulang antara lain:

  1. Desain insentif berbasis capaian tridarma (bukan administratif).
  2. Akses hibah riset inklusif bagi PTS dan dosen independen.
  3. Skema jaminan sosial profesi dosen nasional tanpa membedakan sumber gaji.
  4. Membangun Kesetaraan, Bukan Hierarki

Sebagai peneliti independen dan ASN peneliti daerah, kami melihat bahwa keadilan profesi dosen adalah fondasi bagi mutu pendidikan nasional. Negara tidak boleh memandang dosen swasta sebagai entitas sekunder dalam sistem pendidikan tinggi.

“Keadilan akademik harus dimulai dari pengakuan yang sama terhadap semua pendidik bangsa,” tutup Ruben.

“Karena di tangan mereka, generasi masa depan Indonesia sedang ditempa, bukan berdasarkan status kelembagaan, tapi integritas dan pengabdian.”

Kini saatnya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi meninjau ulang rancangan kebijakan seperti Permen No. 23 Tahun 2025 agar visi pendidikan tinggi yang adil, inklusif, dan bermartabat tidak berhenti sebagai jargon, tetapi diwujudkan sebagai sistem yang berpihak pada seluruh dosen Indonesia.(***)

Ditulis oleh Ruben Cornelius Siagian. Peneliti muda Indonesia di bidang fisika, komputasi, dan matematika. Ia berfokus pada studi kosmologi, lubang hitam, dan materi gelap, dengan puluhan publikasi di jurnal internasional. Selain aktif sebagai reviewer dan pembicara konferensi ilmiah, ia juga dikenal sebagai penulis opini tentang sains dan isu geopolitik.

Disclaimer: Tulian yang dimuat tidak mewakili pandangan redaksi Megapolitik.com

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink