Langkah ini menunjukkan adanya diplomasi di balik layar, meskipun Iran secara terbuka masih menolak berunding langsung dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Retorika Keras Iran Hambat Peluang Kesepakatan
Di ruang publik, sikap Iran justru semakin tegas menolak negosiasi. Juru bicara komando militer Iran, Ebrahim Zolfaqari, bahkan melontarkan sindiran keras kepada Trump melalui siaran televisi pemerintah.
Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat, baik saat ini maupun di masa depan.
Pernyataan tersebut memperlihatkan betapa dalamnya ketegangan antara kedua negara, meskipun komunikasi tidak langsung terus berlangsung.
Senada dengan itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Beghaei, menyatakan tidak ada pembicaraan atau negosiasi yang sedang berlangsung. Ia juga menuding serangan AS sebelumnya sebagai “pengkhianatan terhadap diplomasi” dan alasan mengapa Iran meragukan proses dialog.
Beghaei menegaskan fokus utama pemerintah saat ini adalah mempertahankan kedaulatan negara dari apa yang disebut sebagai perang ilegal.





