Sikap yang sama disampaikan Koordinator Lapangan APPK Kaltim, Zukhrizal Irbhani.
Ia memastikan bahwa keputusan yang dihasilkan tidak dipengaruhi oleh tekanan pihak mana pun dan murni merupakan hasil kesepahaman antara pelapor dan BK.
“Sudah menemukan titik temunya, puncaknya adalah adanya permohonan maaf secara publik,” ujarnya.
APPK berharap agar permintaan maaf tersebut segera dilakukan agar polemik yang sempat menimbulkan kegaduhan dapat benar-benar berakhir.
“Kalau ada permohonan maaf disampaikan secara publik, maka selesai masalah ini,” kata Zukhrizal.
Dari penyelesaian ini, BK menekankan bahwa kasus tersebut menjadi pengingat penting mengenai dampak besar sebuah pernyataan di ruang publik.
Satu unggahan dapat menimbulkan luka bagi banyak orang, namun satu langkah permintaan maaf yang tulus dapat kembali membuka ruang dialog serta memulihkan kepercayaan masyarakat. (adv)





