Trump percaya, jika perusahaan minyak AS mau masuk, ini bisa menjadi “win-win”: perusahaan mendapatkan keuntungan besar, sementara AS mengendalikan harga minyak global dan memperluas pengaruh geopolitik di Amerika Latin.
Namun, perusahaan minyak besar tampak skeptis.
Riwayat penyitaan aset, sanksi yang masih berlaku, dan instabilitas politik menjadi pertimbangan utama sebelum mereka memutuskan masuk ke Venezuela.
Dengan Maduro ditangkap dan Trump mendorong AS untuk mendominasi industri minyak Venezuela, mata dunia kini tertuju pada tiga pemain utama: Exxon Mobil, Chevron, dan ConocoPhillips.
Apakah mereka berani mengambil risiko geopolitik demi potensi keuntungan miliaran dolar?
Waktu yang akan menjawab. (tam)





