Kakek Gus Yahya, K.H. Bisri Mustafa Sang Ulama Besar dan Sastrawan
KH. Bisri Mustofa dikenal sebagai salah satu ulama besar Nahdlatul Ulama (NU) yang berpengaruh, lahir di Rembang dan aktif berdakwah di kawasan pesisir utara Jawa.
Ia bukan hanya pendidik pesantren, tetapi juga penulis produktif yang menghasilkan banyak karya keagamaan, mulai dari tafsir, fikih, hadis, hingga sastra.
Salah satu karyanya yang paling dikenal adalah Tafsir al-Ibriz, sebuah tafsir Al-Qur’an berbahasa Jawa Pegon yang hingga kini masih dipelajari di berbagai pesantren dan menjadi rujukan penting di lingkungan NU.
Melalui karya-karya tersebut, KH. Bisri Mustofa memberikan kontribusi besar dalam pengembangan literasi keislaman di kalangan santri dan masyarakat Jawa.
Sejumlah sumber mencatat bahwa dakwah, pendidikan, dan tulisan-tulisannya telah memperkuat tradisi intelektual pesantren selama puluhan tahun.
Keponakan KH. Mustofa Bisri (Gus Mus)
Gus Yahya merupakan keponakan dari Gus Mus ulama, seniman, dan mantan Rais Syuriyah PBNU karena ayahnya dan Gus Mus adalah bersaudara.
Gus Mus sendiri dikenal luas sebagai sosok kiai sekaligus budayawan, aktif dalam dakwah, sastra, dan seni.
Karena latar keluarga ini, Gus Yahya termasuk bagian dari keluarga besar Bisri yang memiliki tradisi panjang dalam dunia pesantren dan intelektualisme NU.
Gus Yahya Merupakan Saudara Kandung Yaqut Cholil Qoumas, Tokoh NU
Gus Yahya merupakan kakak kandung dari Yaqut Cholil Qoumas, yang menjabat sebagai Menteri Agama RI periode 2020–2024 dan pernah menjadi Ketua Umum GP Ansor.





