“Segera mencari tempat aman jika tanda-tanda cuaca ekstrem muncul. Informasi dan edukasi akan terus kami sampaikan melalui kanal resmi,” tambahnya.
BMKG Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda sebelumnya telah mengeluarkan peringatan mengenai peningkatan curah hujan selama 10 hari pertama Desember.
Sebagian besar wilayah Kaltim diperkirakan mengalami hujan 50–150 mm dengan peluang lebih dari 70 persen, sementara daerah barat seperti Kutai Barat, Mahulu, dan sebagian Kutai Timur berpotensi menerima curah hujan 150–300 mm.
Kepala Stasiun Meteorologi APT Pranoto, Riza Arian Noor, mengingatkan bahwa curah hujan tinggi dapat memicu banjir, longsor, meluapnya sungai, jalan licin, hingga pohon tumbang akibat angin kencang dan petir.
“Daerah barat Kaltim harus meningkatkan kewaspadaan karena peluang hujan lebat berkisar antara 50–70 persen,” jelasnya.
Dalam menghadapi situasi ini, Pemprov Kaltim memastikan pemantauan rutin dilakukan bersama BPBD, pemerintah daerah, dan relawan.
Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD agar risiko bencana dapat diminimalkan. (ard/adv/diskominfo)





