Ia menilai perlu adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, penyelenggara pemilu, dan komunitas sipil dalam membangun literasi digital politik di masyarakat.
Dorongan untuk Demokrasi yang Lebih Substantif
Dalam penutupnya, Didik Agung Eko Wahono menegaskan bahwa kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah bukan hanya forum diskusi, tetapi ruang refleksi bersama untuk mengembalikan semangat demokrasi ke akar nilai rakyat.
“Demokrasi tidak cukup hanya diselenggarakan, tapi harus diperjuangkan,” tegasnya.
Ia berharap, kegiatan serupa dapat terus digelar di berbagai wilayah Kutai Kartanegara untuk membangun kesadaran politik yang sehat dan partisipatif. (adv)





