Selama kejadian tersebut, pilot terus melakukan koordinasi intensif dengan Air Traffic Control India untuk mendapatkan informasi terkini mengenai pembukaan kembali koridor udara.
Garuda Indonesia memiliki prosedur operasional standar yang ketat dalam menghadapi penutupan ruang udara.
Maskapai ini mewajibkan setiap awak pesawat untuk selalu mempersiapkan contingency plan, termasuk perhitungan bahan bakar cadangan dan pilihan bandara diversion.
Dalam kasus ini, pilot berhasil mempertahankan tingkat keselamatan penerbangan sesuai standar internasional meskipun menghadapi kondisi yang tidak terduga.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi industri penerbangan mengenai tantangan operasional ketika menghadapi pembatasan ruang udara secara mendadak.
Garuda Indonesia menyatakan bahwa seluruh prosedur keselamatan telah dijalankan sesuai standar dan tidak ada penumpang yang mengalami cidera selama penerbangan tersebut. (jay)
- Bukan dari Kapal Pesiar: Hantavirus Sudah Mengintai Indonesia sejak 1980-an, Tercatat 23 Kasus dan 3 Meninggal hingga saat Ini
- Kampus Bukan Dapur Negara: Penolakan MBG di Kampus Mengancam Demokrasi Akademik
- Soal Hantavirus yang Bikin Dunia Waspada, Virus Hanta di Indonesia Rupanya tidak Sama dengan Varian Andes di Argentina





