Darmadi Durianto menyoroti pertanyaan penting: “rakyat yang mana?” dan “bagaimana mekanismenya?” karena aspirasi rakyat sangat beragam. Ada yang mendukung anggota dewan yang dipilih, ada juga yang menolak.
Bila semua konstituen memiliki hak memecat, menurut Darmadi Durianto, hal itu bisa memicu konflik horizontal di masyarakat.
Sebagai alternatif, Darmadi Durianto menyarankan evaluasi kinerja legislator sebaiknya dilakukan melalui pemilu lima tahunan jika rakyat tidak puas dengan kinerja seorang anggota DPR RI, mereka bisa “memberi sanksi” dengan tidak memilihnya kembali.
Darmadi Durianto juga menegaskan bahwa sistem partai saat ini memungkinkan rakyat untuk melaporkan kinerja anggota DPR RI ke partai atau fraksi sebagai bentuk pengawasan, sebelum perlu memikirkan mekanisme pemberhentian langsung.
Kesimpulan
Melihat Profil Darmadi Durianto, anggota DPR RI itu menilai wacana rakyat memecat anggota dewan berpotensi menimbulkan kekacauan karena tidak memiliki mekanisme yang jelas dan berisiko memicu konflik.
Darmadi Durianto menegaskan bahwa sistem PAW dan evaluasi lewat pemilu tetap menjadi cara paling aman untuk menilai kinerja anggota DPR RI. (daf)





