Catatan sejarah tidak menyebut siapa pembuat tentara Terakota, atau satu nama seniman dan pematung secara spesifik, namun sejumlah pejabat penting diketahui berperan dalam mengawasi pembangunan kompleks tersebut.
Salah satunya adalah Li Si, Perdana Menteri Qin Shi Huang yang dikenal sebagai tokoh cerdas di balik reformasi hukum dan administrasi negara.
Ia dipercaya ikut merancang struktur organisasi proyek makam, termasuk sistem kerja pengrajin dan pengawasan bahan baku dari patung-patung tentara Terakota.
Selain itu, Zhang Han, seorang jenderal militer, juga disebut dalam sejumlah teks arkeologi sebagai pengawas lapangan pembangunan patung-patung tentara Terakota.
Zhang mengatur tenaga kerja, termasuk ribuan pengrajin yang bekerja di bengkel-bengkel (workshop) khusus di sekitar Xi’an.
Ribuan Pengrajin Tanpa Nama
Menurut penelitian arkeologi, figur‑patung Tentara Terakota dibuat oleh sistem produksi besar‑besaran yang melibatkan banyak bengkel independen di sekitar wilayah Lintong dan Xi’an.
Studi geokimia dan mikro‑analisis menunjukkan bahwa bahan tanah liat diproses secara terpusat dan kemudian disalurkan ke bengkel lokal yang bertugas membuat bagian‑bagian patung tentara Terakota, lalu dirakit menjadi figur utuh pada patung tentara Terakota.
Beberapa figur masih menunjukkan cap atau tanda bengkel seperti “Gong” (merujuk pada bengkel istana) dan “Xianyang” (merujuk pada bengkel wilayah Xianyang), yang menunjukkan adanya pengorganisasian produksi yang terstruktur pada tentara Terakota.
Estimasi menyebut bahwa ratusan ribu pekerja dari pengrajin profesional hingga tukang batu dan tenaga kerja umum terlibat dalam pembangunan kompleks makam Kaisar Qin Shi Huang.
Termasuk pembuatan figur‑patung tentara Terakota, meskipun angka tersebut mencakup seluruh proses makam, bukan hanya pembuatan patung.
Jadi, pertanyaan mengenai siapa pembuat tentara Terakota ialah para ribuan pengrajin.





