Ketiadaan pewaris kepemimpinan yang jelas memperbesar kemungkinan CJNG mengalami fragmentasi struktural, seperti yang sudah terjadi di masa lalu dengan kartel-kartel besar lainnya.
Tanpa figur kuat yang mampu menyatukan bawahannya, faksi-faksi yang berbasis wilayah atau jenis operasi dapat memilih untuk bergerak sendiri atau bersaing secara berdarah untuk kekuasaan.
Beberapa analis keamanan memperingatkan bahwa periode transisi ini dapat menjadi masa paling berbahaya dalam sejarah kartel, karena perebutan kekuasaan internal dapat berlangsung bersamaan dengan tekanan militer pemerintah.
Kelompok rival seperti Kartel Sinaloa, serta faksi lokal lain yang selama ini bersaing dengan CJNG, diperkirakan akan memanfaatkan kekosongan ini untuk memperluas pengaruh mereka. (daf)





