Perbedaan Utama
Perbedaannya terletak pada jenis penyakit, pola penularan, dan wilayah sebaran virus.
Hantavirus yang ditemukan di Indonesia lebih berkaitan dengan HFRS dan penularan dari hewan ke manusia, sedangkan Andes virus di Amerika Selatan lebih sering dikaitkan dengan HPS dan memiliki risiko penularan antarmanusia meski terbatas.
Karena itu, perhatian internasional terhadap kasus di kapal pesiar bukan berarti semua hantavirus memiliki risiko yang sama.
Yang membuat kasus Argentina lebih sensitif adalah dugaan paparan lintas negara selama perjalanan kapal dan keterlibatan banyak negara dalam proses pelacakan kontak.
Kesimpulan
Sederhananya, hantavirus di Indonesia dan Andes virus di Argentina sama-sama berasal dari kelompok yang sama, tetapi perilaku penularannya berbeda.
Itulah sebabnya Kemenkes menekankan kewaspadaan di dalam negeri lewat edukasi, pengendalian rodensia, dan surveilans, sementara kasus Andes virus di Amerika Selatan dipantau ketat karena ada kemungkinan penularan antar manusia dalam kontak dekat. (daf)
- Wapres Gibran Gelar Audiensi Aspeksindo Bahas Percepatan dan Penguatan Pesisir Kepulauan, Apa Bentuk Nyata Program Perkuatan Kepulauan?
- Presiden Prabowo Subianto Hadiri KTT ASEAN 48 Cebu Filipina Bahas Konflik Timur Tengah, Berikut 3 Pejabat Kabinet Merah Putih yang Mendampinginya!
- Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tembus 5,61 Persen: Rupiah Justru Anjlok, Ini Penyebabnya





