Minyak Jadi Inti Konflik
Trump secara terang-terangan menyebut perusahaan minyak AS membutuhkan “akses penuh” terhadap cadangan minyak Venezuela, yang merupakan terbesar di dunia.
Pemerintah Venezuela menilai pernyataan itu mengonfirmasi kecurigaan lama bahwa intervensi AS bermotif penguasaan sumber daya energi.
“Kebenarannya kini terbuka. Mereka hanya menginginkan minyak kami,” tegas Cabello.
Dunia Internasional Bereaksi
Ancaman serangan kedua menuai kecaman internasional. Rusia dan China, sekutu utama Venezuela, mengecam langkah AS dan mempertanyakan legalitas penangkapan kepala negara asing.
Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar pertemuan darurat untuk membahas krisis ini, sementara di dalam negeri AS, sejumlah politisi Demokrat memperingatkan risiko perang berkepanjangan yang justru bertentangan dengan janji kampanye Trump.
Ancaman Terbuka, Krisis Makin Dalam
Dengan Trump kembali menebar ancaman militer, Venezuela kini berada di persimpangan paling berbahaya dalam sejarah modernnya.
Di tengah krisis ekonomi, tekanan internasional, dan pertarungan kepentingan energi global, satu hal semakin jelas: Venezuela bukan lagi sekadar isu regional, tetapi medan perebutan kekuasaan geopolitik dunia. (tam)





