Ia menegaskan bahwa prinsip keberimbangan merupakan aspek penting dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.
Ketika sebuah informasi hanya memuat sudut pandang tertentu tanpa menghadirkan penjelasan dari pihak terkait, maka potensi munculnya informasi yang menyesatkan menjadi semakin besar.
Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa setiap informasi yang beredar belum tentu menggambarkan fakta secara utuh.
“Kalau hanya satu pihak yang berbicara tanpa ada ruang klarifikasi dari pihak lain, tentu informasi yang diterima publik menjadi tidak berimbang,” katanya.
Samri juga mengingatkan bahwa dampak dari penyebaran informasi yang tidak akurat tidak hanya dirasakan oleh pihak yang menjadi sasaran pemberitaan.
Dalam banyak kasus, informasi yang tidak terverifikasi dapat memicu polemik, memperkeruh suasana, hingga mengganggu kondusivitas masyarakat.
Ia bahkan menyinggung adanya indikasi pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan viralnya sebuah isu untuk kepentingan pribadi.





