MEGAPOLITIK.COM - Donald Trump selama ini dikenal vokal soal kekuatan militer Amerika Serikat.
Ia bahkan kerap menyindir pihak lain yang dianggap “tak punya kartu” dalam perang.
Namun dalam konflik melawan Iran, situasinya justru berbalik.
Amerika Serikat yang memiliki kekuatan militer terbesar di dunia kini menghadapi pertanyaan serius: jika begitu kuat, mengapa perang ini belum juga selesai?
Kekuatan besar, hasil belum jelas?
Secara angka, AS unggul telak.
Militer modern, ekonomi raksasa, hingga dukungan sekutu seperti Israel membuat posisi Washington tampak dominan.
Dalam banyak skenario, kekuatan seperti ini seharusnya cukup untuk menekan lawan dengan cepat.
Namun realita di lapangan berkata lain.
Perang yang sudah berjalan ini justru berubah menjadi konflik berkepanjangan tanpa kemenangan yang benar-benar tegas.





