MEGAPOLITIK.COM - Meningkatnya kembali aktivitas prostitusi di sejumlah titik di Kota Samarinda membuat DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) mengambil sikap tegas.
Aktivitas terlarang tersebut dianggap semakin meresahkan, terutama karena berada di dekat kawasan permukiman yang terus berkembang.
Sorotan muncul setelah operasi gabungan Satpol PP belum lama ini menemukan indikasi kuat bahwa praktik prostitusi terselubung kembali muncul di eks lokalisasi Loa Hui.
Temuan serupa juga terdeteksi di kawasan Solong, wilayah yang selama ini dikenal rawan terhadap berbagai bentuk pelanggaran sosial.
“Kami meminta pemerintah kota melakukan penindakan tegas karena keberadaan aktivitas seperti itu sudah sangat mengganggu,” tegas Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, M Darlis Pattalongi, pada Selasa (25/11/2025).
Ia menegaskan bahwa praktik prostitusi tersebut tetap berjalan meski area resmi telah ditutup sejak 2016, sehingga pengawasan tidak boleh menurun.
“Kalau hal seperti itu saja dilarang masih tetap berlangsung apalagi kalau diberi tempat,” tandas Darlis.
Menurut Darlis, istilah “lokalisasi” sudah tidak dapat digunakan lagi karena memberi kesan seolah pemerintah membiarkan aktivitas tersebut.





