Kontribusi APBD terhadap Ekonomi Daerah Masih Terbatas
Memasuki tahun 2026, APBD Samarinda mengalami penyesuaian menjadi sekitar Rp3,1 triliun.
Meski demikian, DPRD meminta pemerintah daerah tetap menjaga orientasi belanja agar mampu memperkuat ekonomi masyarakat dan menciptakan efek berganda terhadap aktivitas ekonomi daerah.
Anhar menyebut kontribusi APBD terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masih relatif terbatas.
“Tingkat pengangguran kita masih cukup tinggi, sementara kontribusi APBD terhadap PDRB baru sekitar 7 sampai 8 persen terhadap pergerakan ekonomi daerah,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya formulasi kebijakan yang lebih produktif agar belanja pemerintah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara langsung.
DPRD Soroti Rendahnya Serapan Tenaga Kerja Lokal
Selain menyoroti efektivitas anggaran, DPRD juga mengangkat persoalan serapan tenaga kerja lokal pada sejumlah proyek pembangunan di Samarinda.
Anhar menilai proyek strategis yang berjalan di daerah seharusnya menjadi peluang bagi masyarakat setempat untuk memperoleh pekerjaan.





