“Program pembangunan pemerintah sebenarnya cukup banyak. Tapi sayangnya, serapan tenaga kerja lokal pada proyek-proyek tersebut sangat minim,” ujarnya.
Ia mendorong adanya kebijakan yang memberi ruang lebih besar bagi pekerja lokal agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Perputaran Ekonomi Daerah Dinilai Belum Maksimal
DPRD turut menyoroti penggunaan tenaga kerja dan material dari luar daerah yang dinilai membuat dampak ekonomi lokal belum optimal.
Menurut Anhar, kondisi tersebut menyebabkan sebagian perputaran uang justru terjadi di luar Samarinda.
“Mayoritas pekerjanya dari luar daerah. Belanja materialnya juga dari Surabaya dan Jakarta. Otomatis uangnya berputar di luar, tidak di daerah sendiri,” pungkasnya.
DPRD menegaskan bahwa pembangunan daerah ke depan perlu lebih berpihak pada penguatan ekonomi lokal agar pertumbuhan yang terjadi tidak hanya tercermin dari pembangunan fisik, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (adv)





