Ia menilai pemilihan melalui DPRD lebih sederhana, murah, dan politiknya lebih terukur.
Dengan 55 anggota DPRD yang mewakili 3,8 juta warga di 10 kabupaten/kota, Hasanuddin menegaskan proses pemilihan tetap mencerminkan aspirasi masyarakat.
“Kami ini representasi dari seluruh dapil. Jadi ketika memilih, itu bukan sekadar keputusan elit, tapi membawa mandat warga,” tambahnya.
Menanggapi anggapan bahwa sistem baru akan memindahkan praktik politik uang ke elit, Hasanuddin menekankan hal itu tergantung cara pandang.
“Dalam politik pasti ada biaya. Tinggal melihat lebih besar mana manfaat dan mudaratnya. Kalau bisa lebih efisien, kenapa tidak?” tegasnya.
Ia menambahkan, DPRD pada prinsipnya mendukung wacana ini jika tujuannya untuk menyederhanakan proses politik dan menghemat anggaran.
“Kalau tujuannya efisiensi anggaran dan penyederhanaan proses politik, ya kami senang-senang saja,” pungkas Hasan. (adv)





