Selain itu, kapal dari Pakistan dan Turki juga dilaporkan mendapat akses.
Bahkan, sebuah kapal milik Turki disebut telah diizinkan melintas oleh otoritas Iran dalam situasi konflik yang berlangsung.
Iran juga disebut masih membuka jalur bagi kapal yang menuju Malaysia dan Irak.
Jalur Selat Hormuz menjadi rute penting bagi perdagangan energi kawasan sehingga akses tetap dijaga secara terbatas.
Negara-negara ini dilaporkan tetap dapat menggunakan jalur tersebut selama mematuhi aturan keamanan.
Negara Asia Selatan lain seperti Bangladesh dan Sri Lanka juga disebut masih dapat melintas.
Kapal dari kedua negara tersebut dilaporkan diizinkan menggunakan jalur tersebut setelah melalui prosedur koordinasi yang ditetapkan.





