Iran menegaskan Selat Hormuz tidak ditutup sepenuhnya meski konflik berlangsung.
Jalur tersebut tetap dibuka secara terbatas agar distribusi energi global tidak terhenti.
Sekitar seperlima perdagangan minyak dunia melewati kawasan ini sehingga gangguan dapat berdampak besar terhadap ekonomi global.
Dengan memberikan akses kepada China, India, Pakistan, Turki, Malaysia, Irak, Bangladesh, dan Sri Lanka, Iran menjaga arus perdagangan tetap berjalan.
Namun, jalur tersebut berada di bawah pengawasan ketat selama situasi konflik masih berlangsung.
Namun kebijakan ini juga menegaskan bahwa jalur tersebut berada di bawah kontrol ketat Iran selama konflik berlangsung.
Negara yang tidak termasuk kategori “non-hostile” masih menghadapi pembatasan lebih ketat untuk melintas. (daf)





