Bagi mereka, kematian itu tidak semata tentang kematian seorang lelaki, tetapi juga simbol berakhirnya periode yang penuh dengan represi, penindasan terhadap protes sosial, dan pembatasan hak‑hak individu.
Kelompok Iran di diaspora, misalnya di Korea, juga terlihat berkumpul di Seoul untuk merayakan berita tersebut, menyatakan bahwa mereka merasa lega dan penuh harapan akan perubahan yang bisa membawa mereka pulang ke tanah air suatu hari nanti.
Ketegangan dan Ketidakpastian
Namun, kebahagiaan dan duka tidak lepas dari nuansa ketidakpastian dan kekhawatiran akan keselamatan warga Iran.
Banyak warga yang khawatir bahwa reaksi eksternal terhadap peristiwa ini termasuk ancaman balasan militer, perang yang lebih luas, dan dampak terhadap kehidupan sehari‑hari rakyat bisa membawa penderitaan baru.
Ini tercermin dari laporan beberapa warga yang menyampaikan kekhawatiran tentang apa yang akan terjadi setelah rezim yang kuat lenyap, dan apakah kekosongan kekuasaan akan memicu kekacauan atau konflik internal. (daf)





