MEGAPOLITIK.COM - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan kepada negara-negara demokrasi di berbagai benua untuk memperkuat kerja sama strategis secara independen, tanpa menjadi bawahan (“vassal”) dari Amerika Serikat atau China.
Pernyataan ini disampaikan saat pidato di Universitas Yonsei, Seoul, Korea Selatan, pada kunjungan kenegaraan Macron ke Asia untuk mempererat hubungan bilateral dan membahas isu global yang semakin kompleks.
Dalam pidatonya, Macron mengajak negara-negara demokrasi untuk tidak sekadar pasif menghadapi dinamika geopolitik saat ini, tetapi aktif membangun tatanan baru yang lebih stabil dan berimbang.
Negara Demokrasi Diminta Hindari Ketergantungan pada Dominasi AS dan China
Macron menegaskan bahwa tujuan kerja sama antar negara demokrasi bukan untuk melawan AS atau China secara agresif, tetapi untuk memastikan negara-negara tersebut tidak terlalu tergantung pada dominasi atau kebijakan luar negeri dari kedua kekuatan besar tersebut.
Ia mengatakan bahwa negara-negara demokrasi harus memperkuat posisi mereka di panggung global dengan mengambil keputusan strategis sendiri, berdasarkan nilai-nilai demokrasi, hukum internasional, dan kepentingan bersama.
“Kita tidak ingin bergantung pada dominasi, katakanlah, China, atau terlalu terpapar pada ketidakpastian Amerika Serikat,” ujar Macron dalam pidatonya di Seoul.





