Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran bahwa kecenderungan ketergantungan pada kekuatan mayoritas dapat menempatkan negara-negara demokrasi pada posisi yang rentan di tengah gejolak global.
Beberapa negara demokrasi yang disebut oleh Macron sebagai pihak potensial untuk memperkuat kerja sama strategis tersebut antara lain Korea Selatan, Jepang, Australia, Brasil, Kanada, dan India, bersama dengan negara-negara Eropa yang nilai-nilai dan agenda politiknya sejalan.
Macron mendorong dialog berkelanjutan dan kerja sama yang lebih kuat antar negara-negara ini untuk menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, keamanan maritim, dan stabilitas ekonomi.
Kritik Macron terhadap Dominasi AS dan China
Seruan Macron datang di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, termasuk kritiknya terhadap kebijakan Amerika Serikat di berbagai isu seperti perang di Iran dan peran NATO, serta kekhawatiran tentang dominasi China dalam ekonomi dan teknologi internasional.
Pemimpin Prancis tersebut menekankan bahwa negara demokrasi harus bersama‑sama membangun tatanan global baru yang lebih stabil dan berimbang, daripada bergantung pada satu atau dua kekuatan besar. (daf)





