Kamis, 2 April 2026
Konflik Internasional

Rusia Diduga Bagikan Intelijen Militer AS ke Iran, Risiko Serangan di Timur Tengah Meningkat

Posisi militer AS di Timur Tengah terancam bocor ke Iran

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:0

Dua presiden bertemu dalam agenda bilateral internasional/Foto: Brendan Smialowski/AFP

Dengan kata lain, yang terjadi adalah pertukaran intelijen sensitif, bukan perintah langsung dari Moskow untuk menyerang pasukan  Amerika Serikat.

Konteks Konflik yang Lebih Luas

Peristiwa ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara  Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak akhir Februari 2026.

Ketegangan meningkat setelah serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel menargetkan fasilitas militer dan pemerintahan di Iran, termasuk kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada 28 Februari 2026.

Sebagai balasan, Iran melancarkan gelombang serangan rudal dan drone ke pangkalan Amerika Serikat dan Israel.

Laporan menyebutkan jumlah serangan mencapai puluhan hingga ratusan dalam beberapa gelombang, memaksa beberapa negara di Teluk, seperti Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Irak, Oman, dan Kuwait, menutup ruang udara mereka.

Selat Hormuz, jalur perdagangan energi vital, juga menjadi titik ketegangan strategis setelah Iran memperingatkan potensi serangan terhadap kapal yang melintasinya.

Selain itu, sekutu Amerika Serikat seperti Inggris tercatat menembak jatuh drone Iran di wilayah udara Irak dan Yordania, menandakan keterlibatan pihak ketiga dalam menghadapi serangan udara tak berawak.

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink