Najelaa memulai pendidikan di prasekolah Kairo, Mesir, mengikuti studi S3 ayahnya, kemudian melanjutkan SD di Makassar: SDN 01 Malombasang, Madrasah Pembangunan, dan Madrasah Nurul Hidayah. SMP dan SMA ditempuh di Jakarta, yakni SMP Negeri 212 dan SMA Negeri 28.
Sejak sekolah, Najelaa aktif dalam organisasi: menjadi wakil ketua OSIS, ikut kelompok ilmiah remaja, ekstrakurikuler PMR, dan berbagai kegiatan kepemudaan.
Setelah itu, ia menempuh pendidikan tinggi hingga S1 dan S2 di Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia, memperkuat fondasinya sebagai pendidik dan pemimpin sekolah inovatif.
Munculnya nama Najelaa dalam kasus Chromebook Nadiem Makarim sempat membuat publik bertanya-tanya, apakah keterlibatannya sebagai ahli pendidikan memang terkait teknis pengadaan, atau sekadar salah paham dalam komunikasi grup WhatsApp.
Meski informasi awal menyebutkan ia ada di grup Edu Org yang kemudian berganti nama menjadi Mas Menteri Core Team dan Education Council, Kejagung menegaskan bahwa Najelaa tidak tergabung di grup tersebut. (tam)





