Italia dan Uni Eropa menyatakan akan menghadiri pertemuan sebagai pengamat, bukan sebagai anggota resmi.
Sementara itu, beberapa sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah disebut telah bergabung, tetapi sebagian sekutu Barat memilih untuk tidak ikut serta.
Kekhawatiran juga muncul bahwa pembentukan Board of Peace dapat melemahkan peran PBB dalam menjaga stabilitas global.
Di tengah situasi tersebut, gencatan senjata di Gaza dilaporkan berulang kali dilanggar, dengan ratusan warga Palestina dan beberapa tentara Israel tewas sejak diberlakukan.
Serangan Israel di Gaza sendiri dilaporkan telah menewaskan lebih dari 72.000 orang serta memicu krisis kemanusiaan dan pengungsian massal.
Sejumlah pakar, akademisi, dan penyelidikan PBB menyebut situasi itu berpotensi dikategorikan sebagai genosida, sementara Israel menyatakan tindakannya sebagai bentuk pembelaan diri pascaserangan militan yang dipimpin Hamas pada akhir 2023.
Dengan sikap tegas ini, Vatikan menegaskan konsistensinya dalam mendukung peran PBB sebagai forum utama penyelesaian konflik internasional, sekaligus menjaga jarak dari inisiatif politik yang dinilai tidak sejalan dengan prinsip diplomasi multilateral. (daf)





