Ia menilai keberadaan tenaga pendidik non-ASN masih sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas layanan pendidikan, terutama di tengah keterbatasan jumlah guru yang dimiliki sekolah negeri.
“Kehadiran guru honorer memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan lancar tanpa hambatan,” katanya.
Samarinda Masih Kekurangan Ratusan Guru
Meski mengapresiasi kebijakan tersebut, Ismail menegaskan bahwa persoalan mendasar di sektor pendidikan belum terselesaikan.
Salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi Samarinda adalah tingginya angka kekurangan tenaga pengajar.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, kebutuhan guru di sekolah negeri saat ini masih belum terpenuhi secara ideal.
Jumlah kekurangan tenaga pendidik diperkirakan mencapai sekitar 760 orang.
“Data Dinas Pendidikan menunjukkan Samarinda masih kekurangan sekitar 760 guru di sekolah negeri,” jelasnya.
Menurut Ismail, kondisi tersebut dipengaruhi oleh banyaknya guru yang memasuki masa pensiun dalam beberapa tahun terakhir.





