Pihak Israel Defense Forces (IDF) secara tegas membantah terlibat dalam insiden yang menewaskan dua prajurit akibat ledakan tersebut.
Hasil investigasi awal mereka menyatakan tidak ada kehadiran pasukan Israel maupun penanaman bahan peledak di lokasi kejadian.
Israel juga menuding kelompok Hezbollah sebagai pihak yang bertanggung jawab.
Menurut perwakilan Israel di PBB, kelompok tersebut diduga menggunakan area sekitar posisi UNIFIL untuk melancarkan serangan, sehingga meningkatkan risiko bagi pasukan penjaga perdamaian.
Namun, hingga kini belum ada bukti final yang memastikan pihak mana yang menjadi pelaku utama dari dua insiden tersebut.
PBB dan Indonesia Desak Penyelidikan Menyeluruh
United Nations mengecam keras serangan yang menewaskan personel penjaga perdamaian tersebut.





