Pada 2019, Andrie Yunus mengikuti pelatihan bantuan hukum struktural dan gender dari Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK).
Setahun kemudian, di 2020 Andrie Yunus mengikuti program Karya Latihan Bantuan Hukum (Kalabahu) di LBH Jakarta serta pelatihan paralegal dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
Setelah meraih gelar sarjana hukum, Andrie Yunus bekerja sebagai Asisten Pengabdi Bantuan Hukum di LBH Jakarta hingga Januari 2022.
Andrie Yunus juga mengikuti Anti-Corruption Academy pada Juni 2023 dan memperoleh lisensi advokat dari Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) pada November 2023.
Peran Andrie Yunus di KontraS
Pada Maret 2022, Andrie Yunus bergabung dengan KontraS sebagai pengacara publik.
Karier Andrie Yunus berkembang pesat hingga dipercaya menjadi Kepala Divisi Advokasi HAM pada September 2023.
Bersama KontraS, Andrie Yunus terlibat dalam berbagai investigasi kasus pelanggaran HAM di Indonesia, di antaranya kasus pembunuhan dan mutilasi warga sipil di Timika, Papua Tengah, kasus kerangkeng manusia di Langkat, Sumatera Utara, serta penembakan demonstran dalam konflik lahan di Seruyan, Kalimantan Tengah.
Sejak Februari 2025, Andrie Yunus menjabat sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal di KontraS.
- Pembela HAM Andrie Yunus Diduga Disiram Air Keras Usai Isi Podcast di Kantor YLBHI
- Andrie Yunus Kena Serangan Penyiraman Air Keras, Komnas Perempuan Singgung soal HAM dan Desak Usut Transparan
- Ciri-Ciri Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus Terungkap, Terlihat Sempat Sembunyikan Muka usai Kejadian
Ikut Aksi Penolakan Revisi UU TNI
Pada 3 Maret 2025, Andrie Yunus bersama Koalisi Masyarakat Sipil Reformasi Sektor Keamanan mengajukan permohonan informasi publik terkait revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia yang dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
Namun permohonan tersebut tidak mendapat tanggapan hingga revisi undang-undang tersebut disahkan.
Pada 15 Maret 2025, Andrie Yunus juga ikut dalam aksi protes di Hotel Fairmont Jakarta yang menentang rapat tertutup pembahasan revisi UU TNI.
Aksi tersebut sempat dihentikan oleh pihak keamanan, dan Andrie Yunus bahkan dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan mengganggu ketertiban umum.
Teror dan Intimidasi terhadap Andrie Yunus
Dalam proses uji materi revisi UU TNI di Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Andrie Yunus mengungkap bahwa dirinya mengalami berbagai bentuk teror dan intimidasi.





