Kamis, 2 April 2026

Profil Andrie Yunus, Aktivis KontraS Pembela HAM yang Jadi Korban Penyiraman Air Keras

Pernah alami teror dan intimidasi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:43

AKTIVIS - Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, kena serang penyiraman air keras (Foto: Climate Rights International)

Andrie Yunus mengaku menerima banyak panggilan telepon dari nomor tak dikenal serta mendapati orang tak dikenal mendatangi kantor KontraS pada dini hari.

Selain itu, selama polemik revisi UU TNI berlangsung, Andrie Yunus juga menjadi sasaran serangan narasi di media sosial yang menuduhnya sebagai “antek asing”.

Terlibat dalam Komisi Pencari Fakta 2025

Pasca gelombang demonstrasi dan kerusuhan pada Agustus–September 2025, KontraS, LBH Jakarta, dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia membentuk Komisi Pencari Fakta (KPF).

Andrie Yunus menjadi salah satu anggota tim investigasi yang menyusun laporan berjudul “Operasi Pembungkaman Kaum Muda Terbesar Sejak Reformasi” yang dirilis pada 18 Februari 2026.

Serangan Penyiraman Air Keras

Peristiwa terbaru, pada 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.37 WIB, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras saat mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Salemba I, Jakarta.

Sebelumnya pada hari yang sama, Andrie Yunus menghadiri rapat Komisi Pencari Fakta dan kemudian merekam podcast di kantor YLBHI.

Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar serius pada bagian tubuh sebelah kanan, termasuk mata, wajah, dada, dan tangan.

Andrie Yunus kemudian mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Serangan penyiraman air keras terjadi ketika dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor mendekati Andrie Yunus dari arah berlawanan.

Kecaman dari Tokoh Nasional dan Internasional

Kasus penyerangan terhadap Andrie Yunus menuai kecaman dari berbagai pihak di dalam maupun luar negeri.

Di antaranya datang dari Pelapor Khusus PBB untuk Pembela HAM Mary Lawlor, Menteri HAM Natalius Pigai, Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Anis Hidayah, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, serta Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso.

Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus ini menjadi perhatian luas karena dinilai sebagai ancaman serius terhadap kebebasan dan keselamatan para pembela HAM di Indonesia.

(est)

Populer
recommended
Jangan Lewatkan
Our Networks
Member of mediaemas.id
seedbacklink